Tidak bisa dipungkiri minat generasi muda untuk menjadi petani atau berusaha di bidang pertanian semakin menurun. Angkatan kerja pertanian maupun pengusaha pertanian lebih didominasi oleh golongan penduduk usia di atas 40 tahun. Dengan kondisi seperti itu bagaimana mungkin mengandalkan pelaku usaha tani mampu menopang beban berat dalam mewujudkan target sasaran pembangunan pertanian, khususnya dalam menjaga ketahanan pangan.
Masalah penuaan usia petani ini patut menjadi perhatian semua pihak. Jika kegiatan produksi pertanian hanya dilakukan oleh generasi tua, maka perlahan tapi pasti, jumlah petani akan semakin berkurang dari tahun ke tahun. Akibatnya produksi pertanian juga akan ikut menurun, dan selanjutnya sangat dimungkinkan akan terjadi ketidak-seimbangan antara ketersediaan produksi dengan kebutuhan konsumsi. Permintaan produk pangan diperkirakan akan terus naik seiring dengan pertambahan jumlah penduduk, kemajuan ekonomi dan pertumbuhan industry pengolahan makanan. Sementara itu produksi pertanian akan semakin menurun dengan semakin sedikitnya jumlah petani yang tidak dibarengi dengan pengusaan teknologi yang yang semakin berkembang.
Semakin menyusutnya jumlah petani yang produktif sebenarnya bukan hanya terkait pada aspek ekonomi saja, tetapi juga akan menimbulkan isu lingkungan. Dimana akan timbul kecenderungan lahan-lahan pertanian yang terlantar karena tidak ada lagi yang menggarap, lahan-lahan yang cenderung berubah fungsi menjadi lahan terbangun (perumahan, industri dan infrastruktur), sehingga lahan-lahan pertanian akan semakin menyusut dan akan muncul permasalahan ketidakseimbangan lingkungan.
Regenerasi petani saat ini sangat mengkhawatirkan. Faktor usia petani secara umum sangat berpengaruh pada kemampuan meningkatkan produktivitas hasil usaha tani, termasuk juga kemampuan untuk berdaptasi dan berinovasi terhadap kemajuan teknologi pertanian yang semakin canggih, dan hanya dapat dijalankan oleh para generasi millenial. Inilah saatnya para generasi millenial mulai menggantikan para petani senior tersebut. Oleh sebab itu regenerasi petani sangat penting untuk dilakukan.
Sebagai bentuk kepedulian BPS dalam hal ini, BPS Provinsi Jawa Barat akan melaksanakan webinar yang membawakan topik “PELUANG & TANTANGAN- TRANSFORMASI PERTANAN JAWA BARAT BERSAMA PETANI MILENIAL YANG INOVATIF DAN KEKINIAN”.
Webinar terbuka untuk umum akan diselenggarakan pada hari Kamis tanggal 7 Oktober 2021, pukul 09.00-12.00 WIB.
Peserta akan mendapatkan fasilitas e-certificate dan hadiah menarik bagi yang beruntung.
Link zoom meeting dapat diakses di siniSilahkan mengisi daftar hadir dan feedback di sini Virtual background dapat diunduh di sini Materi kegiatan dapat diunduh di sini Sertifikat dapat diunduh
di sini#BPSJabarBerkibar