BPS Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan Rapat Koordinasi Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) pada Jumat (10/7) di Ruang Komunal Lantai 4 BPS Provinsi Jawa Barat. Kegiatan ini menjadi forum memperkuat sinergi dan koordinasi bersama perangkat daerah dalam mendukung kelancaran pelaksanaan SE2026 di Jawa Barat.
Rapat koordinasi dihadiri oleh perwakilan dari berbagai perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, di antaranya Bappeda, Diskominfo, Disperindag, Dinas Koperasi dan Usaha Kecil, DPMPTSP, Disparbud, Disnakertrans, Dinas Sosial, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, serta Biro Perekonomian dan Biro Pemerintahan Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat.
Pada kesempatan tersebut, Kepala BPS Provinsi Jawa Barat, Margaretha Ari Anggorowati, memaparkan perkembangan pelaksanaan SE2026 di Jawa Barat. Beliau menyampaikan bahwa pelaksanaan sensus terus berjalan sesuai tahapan yang telah ditetapkan dengan dukungan berbagai pihak, serta menekankan pentingnya sinergi lintas sektor untuk memastikan seluruh pelaku usaha dapat terdata secara lengkap.
Beliau juga mengajak seluruh perangkat daerah untuk terus berkolaborasi sesuai dengan tugas dan fungsinya, baik dalam mendukung sosialisasi maupun mendorong partisipasi aktif masyarakat dan pelaku usaha agar memberikan data yang akurat, lengkap, dan tepat waktu.
Selain itu, Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Jawa Barat, Marisa Kusum Putri berkesempatan memaparkan implementasi ecotag di Jawa Barat sebagai salah satu inovasi pendukung pelaksanaan SE2026. Dalam paparannya, Marisa menjelaskan bahwa pemanfaatan ecotag berperan penting dalam meningkatkan akurasi lokasi usaha melalui integrasi data spasial. Dengan demikian, hasil Sensus Ekonomi 2026 tidak hanya menghasilkan data statistik yang berkualitas, tetapi juga informasi kewilayahan yang lebih presisi untuk mendukung perencanaan dan pengambilan kebijakan pembangunan.
Melalui rapat koordinasi ini, BPS Provinsi Jawa Barat bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan demi menyukseskan pelaksanaan SE2026. Sinergi yang terbangun diharapkan mampu menghasilkan data ekonomi yang akurat, berkualitas, dan terpercaya sebagai landasan penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi yang lebih tepat sasaran bagi Jawa Barat dan Indonesia.