Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Sosialisasi Hasil Sensus Ekonomi di Novotel Karawang pada Senin (21/9). Acara ini dihadiri oleh 80 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) se-Kabupaten Karawang untuk memperkuat pemahaman mengenai pentingnya akurasi data dalam pengembangan ekosistem bisnis lokal.
Dalam welcome speech-nya, Kepala BPS Provinsi Jawa Barat, Margaretha Ari Anggorowati, menyampaikan paparan mengenai evaluasi pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026). Ia menekankan pentingnya sinergi antara penyedia data dan para pelaku usaha agar hasil sensus benar-benar mencerminkan kondisi riil lapangan serta dapat dijadikan pijakan kebijakan ekonomi daerah.
Hadir sebagai keynote speaker, Anggota Komisi X DPR RI, Putri Komarudin, menggarisbawahi peran krusial data SE2026 dalam merumuskan program pemberdayaan ekonomi yang tepat sasaran. Selain membahas SE2026, Putri Komarudin juga memaparkan perihal Data Terpadu Sektor Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai instrumen strategis untuk mendorong integrasi kebijakan serta memperkuat daya saing UMKM nasional.
“Data SE2026 dan DTSEN bukan sekadar angka statistik, melainkan fondasi utama agar kebijakan pemerintah—terutama bagi sektor UMKM di daerah industri seperti Karawang—bisa lebih tepat sasaran, inklusif, dan berdampak langsung pada kesejahteraan pelaku usaha,” ujar Putri Komarudin, Anggota Komisi X DPR RI.
Melalui sosialisasi ini, BPS Jawa Barat dan DPR RI berharap para pelaku usaha UMKM di Karawang dapat semakin aktif memanfaatkan data statistik sebagai basis perencanaan bisnis serta memperluas peluang kolaborasi lintas sektor.