Sampurasun, Sahabat Statistik.
BPS Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Evaluasi Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) dan Penguatan Kelembagaan BPS dalam Penyelenggaraan Sistem Statistik Nasional (SSN) pada Minggu hingga Senin, 27–28 September 2026, bertempat di Hotel Grand Asrilia, Kota Bandung.
Kegiatan dibuka dengan welcome speech oleh Margaretha Ari Anggorowati, Kepala BPS Provinsi Jawa Barat. FGD ini menjadi ruang untuk melihat kembali pelaksanaan SE2026 sekaligus menghimpun masukan dari berbagai pihak. Salah satu pesan penting yang mengemuka dalam materi evaluasi adalah bahwa statistik dapat menggambarkan kehidupan masyarakat, sehingga kualitas data menjadi bagian penting dalam mendukung pengambilan keputusan yang tepat.
Selanjutnya, Habib Syarief Muhammad, Anggota Komisi X DPR RI, menyampaikan keynote speech. Beliau menekankan pentingnya mendengarkan pengalaman masyarakat sebagai bagian dari proses perbaikan data. Menurut beliau, keluhan, kritik, dan sanggahan masyarakat perlu dipandang sebagai masukan untuk membantu sistem statistik terus dikalibrasi dan diperbaiki.
Sementara itu, Dery Jamaludin Basari, selaku Tenaga Ahli Anggota Komisi X DPR RI sekaligus narasumber, memaparkan evaluasi SE2026 dan agenda penguatan kelembagaan BPS. Evaluasi mencakup keterjangkauan unit usaha, kualitas data, operasional lapangan, teknologi dan proses, komunikasi publik, serta efisiensi. Dari pelaksanaan SE2026, sejumlah praktik baik seperti koordinasi lintas instansi, publisitas dan komunikasi dengan pelaku usaha, pemanfaatan teknologi untuk monitoring, serta penerapan standar metodologi perlu dipertahankan. Di sisi lain, pembaruan frame usaha, strategi menjangkau usaha yang sulit ditemui, interoperabilitas data, serta penguatan kapasitas petugas menjadi area yang perlu terus diperbaiki.
FGD diikuti oleh konstituen dan pelaku usaha, serta dihadiri juga oleh Nevi Hendri (Kepala BPS Kota Bandung), Rendra Kurniawan (Kepala BPS Kota Cimahi), dan Marisa Kusuma Putri (Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Jawa Barat). Melalui forum ini, diharapkan berbagai pengalaman dan masukan dari lapangan dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan kegiatan statistik sekaligus memperkuat peran BPS dalam penyelenggaraan Sistem Statistik Nasional.